Teori Big Bang melibatkan "Singularitas" yang sering digambarkan sebagai: "Titik Yang Sangat Padat dan Panas" di mana alam semesta berasal. Ini tidak sama dengan "Ketiadaan". Dalam kosmologi, istilah "Singularitas" merujuk pada sesuatu atau titik dalam ruang dan waktu di mana kelengkungan ruang dan waktu menjadi sangat besar dan memadat mencapai panas yang sangat luar biasa. Menggambarkan asal mula alam semesta sebagai perluasan dari Singularitas ini. Teori ini tidak membahas apa yang ada "sebelum" Big Bang, karena konsep waktu itu sendiri tidak berlaku sebelum alam semesta yang kita kenal mulai terbentuk.
Ada kemungkinan bahwa sebelum Ledakan Besar, alam semesta adalah bentangan tak terhingga dari material padat yang sangat tinggi, kira-kira 13,7 miliar tahun yang lalu, ketika alam semesta ada sebagai Singularitas. Bagi Stephen Hawking, momen inilah yang terpenting: Sebelum Ledakan Besar, peristiwa tidak dapat diukur, dan karenanya tidak ditentukan. Hawking menyebut ini proposal tanpa batas: Waktu dan Ruang terbatas, tetapi mereka tidak memiliki batas atau titik awal maupun akhir, sama seperti planet Bumi yang berhingga tetapi tidak memiliki tepi.
Berdasarkan karya Einstein dan kosmolog Belgia Georges Lemaître menerbitkan sebuah makalah pada tahun 1927 yang mengusulkan alam semesta dimulai sebagai Singularitas bahwa Ledakan Besar menyebabkan perluasannya. Waktu hanya muncul ketika Singularitas primordial berkembang menjadi ukuran dan bentuknya saat ini.
Pada tahun 1929 Edwin Hubble mendapat pengamatan penting bahwa: “ke mana pun kita melihat galaksi-galaksi yang jauh bergerak melampaui penglihatan kita”. Sejalan dengan kalimat Qur’an Surat 2.Al Baqarah Ayat 115: “Kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah”. Pada masa lalu segala unsur atau elemen dilangit lebih dekat satu sama lain. Tampaknya ada suatu waktu ketika segalanya berada di tempat yang sama, sehingga kerapatan alam semesta tak terhingga. Penemuan itu akhirnya membawa pertanyaan awal mula alam semesta ke dalam ranah sains.
Tujuan akhir dari pengamatan para sainstis adalah memberikan satu teori yang menjabarkan seluruh alam semesta. Pendekatan yang diberlakukan ilmuwan adalah membabkan persoalan menjadi dua bagian. Pertama, ada yang memberitahu kita bagaimana alam semesta semula terbentuk. Kedua, ada keadaan dimana alam semesta dan hukum-hukum yang mengatur semua yang telah terbentuk itu untuk menjaga berjalannya system demi kesinambungan.
Disini penulis ingin mengambil meeting point untuk disatukan menjadi temuan baru untuk kita semua melalui Kitabullah yang tersurat: 21.Al Anbiyaa’ Ayat 30:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُون
“belumkah lagi orang-orang kafir itu mengindikasi bahwasanya: Langit dan Bumi dahulu keduanya menyatu atau kerapatan lalu Kami pisahkah keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatunya hidup melalui Air maka: “belum juga mereka beriman?”.
Al Qur’an Surah 55.Ar Rahmaan Ayat 7-12:
|
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca. |
وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ |
|
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. |
أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ |
|
Dan tegakkanlah neraca itu dengan adil dan janganlah kamu merugikan neraca itu. |
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ |
|
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya). |
وَالأرْضَ وَضَعَهَا لِلأنَامِ |
|
di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. |
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الأكْمَامِ |
|
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. |
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ |
|
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? |
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبّكُمَا تُكَذِّبَانِ |
Al Qur’an Surah 41.Fushshilat Ayat 9-12
|
Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam". |
قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ |
|
Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. |
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ |
|
Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". |
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ |
|
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. |
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ |
Gugusan bintang-bintang yang terlihat dilangit dan yang tak terlihat disebut “samaawaat” Gugusan planet-planet “Ardh” yang mengorbit Matahari atau Bintang inilah yang disebut cakrawala alam semesta yang sangat luas. Dari Ayat inilah para ilmuan dunia mengistilahkan "Singularitas" dan "Big Bang" lalu memaparkan pengamatan mereka kedalam berbagai buku-bukunya. Singularitas adalah bentuk atau wujud sesuatu apapun penamaannya sangat-sangat berperan penting dalam terjadinya Big Bang, Penulis mencoba menarasikan "Singularitas" dengan istilah "Yang Tunggal" atau "Yang Satu" melalui litsan Al Qur’an, "Ahad". Inilah yang dinamakan TUHAN Yang Maha Esa atau The oneness of God oleh semua penganut Agama Monotheism diseluruh dunia.
Sekarang kita coba menyatukan atau mentauhidkan dari paparan diatas Pertama: Singularitas, Sesuatu Yang Tunggal, Kedua: dengan Big Bang cikal bakal terciptanya Ruang dan Ketiga: Masa atau Waktu merupakan lahirnya Kehidupan. Mirip dengan konsep dalam Agama Tauhid, Rububiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah (RMU). Al Qur’an Surat 114.An Naas Ayat 1-3.
Penciptaan alam semesta berdasarkan Veda. Himne Nasadiya 129 dari Rig Veda Jilid X (ayat 1, 2, 3 & 4).
HIMNE NASADIYA:
X.129.1: nasadasinno sadasittadanim nasidrajo
no vyoma paro yat | kimavarivah kuha kasya sharmannambhah kimasid gahanam
gabhiram ||
Terjemahan:
Tidak ada ketiadaan (asat) maupun keberadaan (sat) pada waktu itu. Tidak ada
alam ruang angkasa maupun langit yang berada di baliknya. Apa yang bergerak? Di
mana? Di bawah perlindungan siapa? Apakah ada air, sedalam tak berdasar? (Hanya
sesuatu gahana gambhira)
X.129.2: namrtyurasidamrtham na tarhi na ratrya
ahna asit praketah | anidavatam svadhaya tadekam tasmaddhananna parah kim
chanasa||
Terjemahan:
Pada waktu itu tidak ada kematian maupun keabadian.
Tidak ada tanda pembeda antara malam dan siang.
Yang SATU bernapas, tanpa angin, dengan dorongan-Nya sendiri.
Selain itu, tidak ada apa pun di luar sana.
X.129.3: tama asittamasa gur'magre'praketam
salilam sarvama idam | tuchchhyenabhvapihitam
yadasittapasastanmahinajayataika||
Terjemahan:
Kegelapan tersembunyi oleh kegelapan pada mulanya,
Tanpa tanda pembeda, semuanya adalah air.
Kekuatan kehidupan yang tertutupi kekosongan,
Sang SATU muncul melalui kekuatan panas.
X.129.4: kamastadagre samavartatadhi manaso
retah prathamam yadasit |
Terjemahan:
Keinginan datang pada Yang Satu, Esa, Ahad di permulaan,
Dialah benih pertama dari pikiran.
Sebenarnya Kitabullah dari semua Kitab Suci Agama dan pemaparan para ilmuan dari masa kemasa ada meeting point atau titik temu dalam membahas tentang penciptaan alam semesta. Tarikan dan gaya bahasa saja yang membedakan pemaparan para ilmuan yang sebenarnya tidak mempengaruhi point yaitu Singularitas sebagai Titik awal sebelum Big Bang terjadi dan alam semesta beserta isinya.
Alkitab Kejadian Pasal 1 dan 2.
Author by Fardhie Hantary