® by Fardhie Hantary

          English

          Author, Composer, Spiritual Teacher, Mundzir, Mubashir, Da'i, Penasehat Rohaniah by Fardhie Hantary

Tafakkur dan Renungan  Karya Cipta Fardhie     Foto Galeri Video FardhieTentang FardhieKontak Fardhie

Selamat datang di Zona Renungan

Setiap sisi hidup dan kehidupan manusia tidak akan pernah luput dari Nya, seiring berganti siang dan malam seperti itu pulalah hidup dan matinya seluruh mahkluk di alam jagat raya ini. Semoga kita masih dalam keadaan sadar dan menyadari akan motivasi kita hidup di alam yang fana, tiada yang abadi di kehidupan bumi melainkan hanya jembatan kita menuju hidup yang lebihhakiki dan pasti. Bagi kita yang masih diberi peluang hidup gunakan dan manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya demi tabungan amal kita kelak di alam baqa saat kita berjumpa dan berhadapan dengan Nya. Saya yakin di Dunia Maya ini banyak sekali peluang bagi kita untukberbuat apapun demi apapun yang di ingini olehmanusia, Dunia Maya atau lebih dikenal dengan istilah  Internet yang di artikan dengan jaringan dari satu computer ke computer lain, yang lewat sarana inilah kita berkomunikasi denganmanusia yang ada di seluruh dunia. Maka sangat berpeluang bagikita untuk melakukan apa saja namun yang terpenting, janganlah pernah salah dalam menggunakan sarana tersebut, sebab bila sarana ini kita gunakan dengan sesuka hati dan berbuat ke Zaliman, maka nantinya pasti kita akan menyalahgunakan sarana-sarana yang lainnya, sebab itu sadarilah betapa penting dan bernilainya sarana yang telah Dia berikan untuk makhluk Nya di bumi ini.

abdi Allah merindukan mereka yang telah diakui-Nya, menunggu tegaknya Yaumil Akhir, menangisi mengapa manusia melupakan dan meninggalkan Al Qur'an

Multifarious  Other Site Reason  Songs   Silabus Makalah Fardhie  Al Qur'an Hadits

Kontemplasi hari ini

Aku berlindung pada-Mu yaa Robb dari keterbatasan lisanku, mohon ampun pada-Mu dari perkataanku yang dusta

 

IBRAHIM

Menelusuri makna yang terkandung dalam ismun/predikat atau nama dari seorang Nabi/Rosul Allah: Ibrahim/Abraham gelarannya, adalah bapak para Nabi/Rosul, bapak semua agama, sahabat Allah(Kholilullah/). Darinyalah banyak melahirkan keturunan manusia-manusia terpilih yang qualify cikal bakal munculnya Nabi atau Rosul, asal mula lahirnya ajaran, ujaran dan aliran, bahkan agama. Ibrahim/Abraham sangat-sangat menjadi patokan dan rujukan para Nabi Allah dalam mengajarkan,menyampaikan dan membina akhlak manusia hingga menjadi sifat yang hasanah/baik, yang etis dan estetis menurut dan sesuai ketentuan, kemauan Tuhan Sang Pencipta(kholiq). Seluruh manusia mengenalnya, semua agama menghormatinya, tak pernah dunia mencatet/menulisnya tanpa rasa penghormatan dan pujian. Selayaknya dengan semua gelaran dan penghormatan itu kita bisa memetik dan kembali menapak tilasi perjalanannya dalam membawa ajaran,ujaran hingga menjadi sebuah system dan keyakinan. QS Al ‘Ankabuut ayat 16 “wa-ibraahiima idz qaala liqawmihi u'buduu allaaha waittaquuhu dzaalikum khayrun lakum in kuntum ta'lamuuna”. Dan (ingatlah) Ibrahim, saat ia berkata kpd kaumnya: "beribadahlah kamu ke Allah dan bertakwalah kpd-Nya. Yg seperti itu lebih baik bagimu, jika saja kamu mengilmui. Selayak itulah harusnya seluruh manusia memahami Ibrahim/Abraham, setidaknya untuk tak menafikan, mendustai dan mengenyampingkan risalah lewat dakwah yang telah ia ajarkan. QS Ibrahim ayat 35 wa-idz qaala ibraahiimu rabbi ij'al haadzaa albalada aaminan waujnubnii wabaniyya an na'buda al-ashnaama”. Dan (ingatlah), saat Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yg aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku beribadah kpd berhala-berhala. .Namun lagi-lagi keterbatasan pola pikir, olah rasa dan daya nalar seseoranglah yang menjadikan namanya, gelarnya dan ajarannya menjadi terpecah dan berbeda-beda. Padahal secara implisit maupun eksplisit namanya sudah menjawab, dan memberi makna atau arti tersendiri yang memang Tuhan Sang Maha dari segala yang memiliki maha, telah menentukan dan menetapkan namanya sebagai tolak ukur untuk mencari dan memahami siapa dan bagaimana Ibrahim. Dialektikalnya saja yang berbeda namun bukanlah makna dan maksud dari namanya boleh disalah artikan atau dirubah sedemikian rupa hingga menjadi samar, kabur dan hilang dari makna aslinya. Ibrahim/Abraham sebenarnya diambil dari dua kata yang berbeda makna, ib/ab(إب) yang artinya bapak/ayah, rahim (راهيم) yang diambil dari ismun Allah Ar-Rahim(Pengasih/Pemurah). Bila digabungkan akan memiliki artian bapak/ayah yang penuh asih/penyayang. Nama Ibrahim bila ditinjau dari bentukan katanya adalah kata majemuk yang sudah menjadi satu dalam dirinya, dalam kepribadian sang pemilik nama tersebut. Nama ini adalah gelar dari hasil sikap hidup sang pemilik nama tersebut dalam menjalani dan mengabdi/ibadah kepada Tuhannya demi memenuhi syrat/kewajiban sebelum menerima/menuntut hak sebagai seorang makhluk ciptaan untuk itu perlu ada try and trial. Ketika dia lulus dalam ujian tersebut maka terciptalah...lihat semua 

© 2008-2014 Fardhie.com. All rights reserved

Connection

Fardhie on Facebook Fardhie on Google Plus Fardhie on Linkedin Fardhie on Myspace Fardhie on Twitter Fardhie on YouTube Kompasioner