Hari ini, abad ini Negara kita sudah melangkah jauh, saking jauhnya sudah tak lagi bisa diikuti dan terkejar oleh kebanyakan penduduknya, apalagi untuk dirasakan oleh masyarakat yang garis kehidupannya dibawah standard layak, oleh sebab itu saya ingin mengajak kita semua untuk kembali mengingat awal mula Negara ini berdiri, atau sejarah para pendahulu kita yang berjuang mempertahankan kedaulatan rakyat Indonesia. Yang tadinya kebersamaan sangat terasa antara satu dengan lainnya. sekarang sudah mulai menciptakan jarak dan kesenjangan. Yang tadinya 80% petani dan rakyat kecil yang menghidupkan/memakmurkan dan menjaga Negara ini namun sekarang terlupakan, tersingkirkan bahkan di kucilkan. Banyak sudah mereka-mereka yang memimpin bangsa ini mencoba untuk membangun kembali namun tak berhasil seperti layaknya para pendahulu, padahal jumlah para pendahulu mereka jumlahnya lebih sedikit dibanding saat ini. President pertama kita mampu memerdekakan dan memperjuangkan hak dirinya dan orang lain, demi bertahan hidup dalam keterpurukan penjajahan Negara-Negara yang ingin merebut tanah air kita yang terkenal banyak sumber daya alamnya yang bisa memperkaya dan memakmurkan ribuan bahkan jutaan orang. Dengan semangat kebersamaan para pendahulu kita berusaha bangkit dan mempertahankannya hanya bermodalkan” semangat persatuan dan teknologi alam yang konon dikatakan kuno dan ketinggalan. dianggap tak berdaya guna oleh moderenisasi zaman, apalagi bila dibandingkan dengan teknologi milenium yang konon pula katanya maju dan moderen, jangankan memakmurkan, mempertahankan yang ada saja sudah tidak mampu dan kewalahan. Inilah ketidak pedulian mereka yang menjalankan roda pemerintahan dan generasi bangsa terhadap perjuangan para pendahulunya yang berkorban demi generasi penerus yang cikal bakal adalah kita saat ini. Dulunya MPR atau Majelis Permusyawaratan Rakyat ditegakkan dan di berlakukan dalam setiap mengambil keputusan dan kebijakan, barulah di-syurokan oleh para Dewan yang mewakili masyarakat / DPR, namun sekarang mereka semua hanya mewakili kelompok saja dan kepentingan pribadinya bahkan bisa dipesan dan diperjual belikan oleh para penanam modal yang hanya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya yang lama kelamaan perdagangan bahan pokok semua diimpor dari luar sana untuk masuk ke dalam negera kesatuan Republik Indonesia, sehingga gaya hidup liberalisme(bebas dan royal) jadi trend, inikah cara kita mempertahankan Kedaulatan Rakyat? Inikah yang dimaksudkan oleh para pendahulu kita? Saking liberalismenya yang diatas terus melunjak yang dibawah terus terinjak, yang mampu terus melaju pesat yang tak mampu tertinggal bahkan diabaikan dan dikucilkan, tetesan keringat tak diperdulikan, linangan air mata tak mampu menyentuh hati, dan tak mampu menggugah rasa empati. Harapan kita hanya tinggal pada diri sendiri dan generasi penerus yang sedang belajar, pelajarilah semua ilmu yang bermanfaat demi mengembalikan kedaulatan rakyat dan memakmurkan bumi yang kita tempati ini.

 

Dibawah ini ada lagu khusus untuk mereka si Miskin yang dianggap dunia saat ini sebagai limbah perkotaan.

 

اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُور

Allah sangat mengetahui apa saja yang ada didalam kesadaran(hati) kita.

Author by Fardhie

Back to Menu

Fardhie.com © 2008 - 2023