English

الــســلام عــلــيــكــم

(Sentuhan Qolbu via Al-Qur’an Khusus Nuansa Ramadhan)

Saya ingin menyampaikan kepada kita semua khususnya umat Islam untuk lebih memaknai arti dari (يصوم - صوما - صياما) Lafazh atau kata Shiyam hanya 11 kali dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 1 Surat Makkiyah 5 Surat Madaniyah 1 Ayat Makkiyah 10 Ayat Madaniyah. Shiyam yang artinya adalah: Menahan/Berhemat/Mengurangi/Puasa. Shiyam sebenarnya merupakan ketetapan dari Allah untuk manusia. Surat yang paling sering kita dengar atau dibacakan adalah Qur'an surat Al Baqaroh ayat 183-184 (2:183-184). Secara Sunnah para Rosul/Nabi banyak sekali jenis Shiyam yang bisa kita lakukan seperti Shiyam Nabi Daud dan Sulaiman, dan ada juga versi seorang ibu/wanita seperti Shiyam Maryam ibu Nabi Isa bisa anda baca Al Qur'an surat Maryam ayat 26 (19:26) dikatakan bahwa Maryam melakukan Shiyam/Puasa karena Allah. Maryam punya Nazar/Keinginan yang merupakan syarat dari kemauannya tersebut, (memiliki anak). Maryam disini menahan dirinya untuk tidak berbicara. Contoh lain yang paling akrab di umat Islam adalah Shiyamu Ramadhan yang artinya Menahan segala sesuatu di bulan yang amat sangat terik/panas. Bisa dipelajari lewat Sunnah Nabi Muhammad, dimana masa itu umat Islam sedang dilanda masa sulit/paceklik yang akhirnya Rosul memerintahkan kepada para Sahabat, Anshor, Muhajirin melakukan system penghematan (Shiyam) dan masih banyak lagi contoh-contoh Shiyam versi Qur’an.Dari kedua contoh tersebut kita bisa mengambil kesimpulan/plot untuk kita jadikan Standard, dasar kita melakukan Shiyam, alangkah lebih baiknya lagi kita mau menyisihkan waktu untuk mempelajari lebih jauh Lafazh/kata Shiyam yang ada didalam Al-Qur’an,karena cara itu merupakan cara yang sangat efektif dalam mengantisipasi munculnya Egosentris kita dalam mengartikan Shiyam tersebut, demi menjaga agar tidak berbeda-bedanya/terpecah belahnya pemahaman umat Islam terhadap sesuatu yang sudah terkitab.Jadi bagi kita yang ingin melakukan Shiyam baiknya untuk lebih mendalami lagi makna yang ada dalam Shiyam tersebut.Sebenarnya dari Qur’an surat Maryam itu saja kita sudah bisa mengambil Plot untuk segera kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak hal atau perbuatan yang harusnya kita mampu Menahan/Menghemat, agar terhindarnya manusia dari watak Tamak/Rakus dan tak mau menerima kekurangan, oleh sebeb itulah mengapa Allah mengajarkan kepada manusia untuk Shiyam. Ada pertanyaan lain: Mengapa?, Ada apa? pada bulan Ramadhan..Ramadhan itu sendiri artinya adalah Terik/Panas,sangat Panas jelas Shiyam kita lakukan pada kondisi seperti itu agar lebih terujinya kita dalam melakukan Shiyam. Hampir tidak lagi persis sikon saat ini kita melakukan Shiyam dibulan yang selalu turun hujan, nyaris dibeberapa tahun belakangan ini selalu turunnya hujan pada bulan Ramadhan(Aneh). Bila selama ini kita melakukan Shiyam hanya menahan lapar dahaga saja walaupun itu tidak salah, namun itu tahapan awal dari makna Shiyam tersebut. Apalah guna kita menahan lapar dahaga?...atau adakah Nilai/Hikmah yang bisa kita ambil dari menahan rasa lapar dahaga?...jawabanya ada, dan bisa kita jadikan nilai-nilai Hikmah dalam hidup kita, karena menahan rasa lapar itu sendiri bisa dijadikan sebagai sarana menguji kepekaan rasa kita terhadap sesuatu yang kita konsumsi untuk tubuh ini. Walapun memang nilainya hanya sebatas Fisik/Jasad saja namun bisa mengakibatkan ketidak serasian, kerugian, kezhaliman pada Anfus kita, bila sesuatu yang kita makan berasal dari yang salah, apalagi dengan cara yang salah. Menahan lapar dahaga juga bisa kita jadikan sarana untuk menambah rasa Syukur kita terhadap segala bentuk Nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, Contoh: cobalah untuk melakukan Shiyam atau menahan rasa lapar dahaga selama satu minggu berturut-turut dan rasakan pengaruhnya pada fisik kita, bila selama ini kita selalu menganggap makan dan minum itu hanya biasa saja maka akan jadi nilai yang sangat luar biasa, dan akan membuat kita sadar betapa masih banyaknya mereka-mereka yang miskin tidak mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari, terkadang mereka makan hanya 3 kali sehari, 1 kali seminggu, bahkan hampir nyaris tidak makan sama sekali. Nah...dengan begitu kita akan lebih adil lagi dalam mengambil bagian untuk diri kita dan mampu menyisihkan hak untuk mereka-mereka yang miskin. Sebenarnya masih banyak lagi Nilai dan Hikmah yang bisa kita ambil dan kita petik lalu kita konsumsi untuk hidup dan kehidupan kita.

با لله الـسمـيع الـعــلــيــم
Bermushahabah dengan Allah Penyimak yang paling berIlmu.

Salam dariku Fardhie

Back to Menu

Fardhie.com © 2008 - 2011