Assalamu'alaikum wa Rohmatullah wa Barokattu.

 

Kata Rezeki seakan-akan sudah menjadi nyawa dari kehidupan manusia di bumi ini, sebab banyak di antara manusia hidup konon katanya mencari Rezeki, ada juga yang mengatakan dia tidak bisa hidup tanpa Rezeki. Hampir semua orang mengartikan Rezeki dalam bentuk materi belaka, bahkan ada pula yang mengatakan Rezeki ialah money. Jelas kalau seperti inilah makna Rezeki yang di fahami maka  bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki sarana materi? dan bagaimana pula dengan mereka yang jelas tidak memiliki kekuatan Materi ataupun Money? Lantas tidak bisakah mereka meng-Infaqqan atau memberi Rezeki yang dia miliki kepada yang membutuhkannya? kalau beginilah sudah pengertian seluruh manusia, maka sudah bisa saya pastikan bahwa: manusia, terutama kita yang mengaku umat Islam, jelas sudah tidak lagi berpegang kepada pedoman Kitabullah dan Sunnah Rosul. Sebab di Al Qur'an tidak ada di katakan Allah bahwa Rezeki adalah Money, bahkan tidak semua Rezeki yang di berikan Allah kepada makhluknya berupa unsur Materi saja. Saya ingin memberitahu kepada anda semua para Ustadz, Ulama, Mubaligh cobalah dengan Arrif, dan Taqwa lagi mengartikan isi dari Al Qur'an, sebab bila penyampaian kita salah maka akan mengakibatkan pemahaman yang salah, dan akan berakibat fatal pada kehidupan kita sehari-hari. Allah adalah Sang Pemberi Rezeki kepada semua makhlukNya sebab Dia adalah Ar Rozaq. Jadi jelas kalau selama ini pemahaman yang mengatakan Rezeki berupa Materi dan Money sangat keliru, sebab ada perintah di dalam Al Qur'an untuk memberikan sebahagian Rezeki yang sudah Allah berikan kepada kita, ini adalah perintah Allah kepada semua manusia tanpa terkecuali. Alangkah sudah tak bermoralnya manusia bila hidupnya hanya bergantung pada nilai-nilai finansial ataupun material belaka, sungguh sudah  terjerumusnya kita saat ini  bila mengatakan money adalah segala-galanya, padahal tadinya money di sepakati hanyalah alat tukar / barter, namun sekarang sudah jauh bergeser dari kesepakatan awal dan melupakan nilai-nilai substansial. Mumpung belum terlambatnya manusia untuk sadar akan arti dari Rezeki yang sesungguhnya, ada baiknya lagi bila kita semua bersikap lebih memagari,membatasi diri dalam memaknai Rezeki yang sebatas material atau money tersebut. Berhati-hatilah untuk menterjemahkan,mengartikan isi dari Al Qur’an. Sebab semua itu nantinya akan di mintai pertanggung jawabanya oleh Allah Sang Pemilik hidup dan kehidupan alam jagat raya. Lagi-lagi ini merupakan tanda dari sudah krisisnya manusia akan pedoman petunjuk hidupnya. Saya berpesan kepada seluruh umat Islam untuk belajarlah bijak dan berusahalah untuk memahami secara tuntas isi dari Al Qur’an dan aplikasikanlah semua yang kita Ilmui tersebut di dalam kehidupan yang sementara ini dan hanya merupakan jembatani menuju hidup yang lebih abadi.

 

Biillahil Samii'ul 'Aliim wa Salamu'alaikum wa Rohmatullah wa Barokattu.

Computerized by Fardhie Hantary

Back to Menu

Fardhie.com © 2008 - 2010