بــســم الله الـرحـمـن الـرحـيم

Aku memulai dengan Predikat/Status Mu yang Ar-Rahman dan Ar-Rahiim.Salam untuk kita semua yang masih diberikan peluang hidup oleh Sang Pencipta untuk daya gunakan dengan baik semua yang Dia berikan kepada mahluknya.

Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi Fenomena kepada kita semua agar menjadi masukan yang bisa berguna. Topikalisasi kita kali ini adalah kata “Damai” dimana kata tersebut seakan-akan sudah mulai beranjak meninggalkan bumi yang Fana ini.Mengapa saya katakan demikian, sebab dalam perjalanan kehidupan manusia saat ini hampir nyaris sudah tidak lagi bersentuhan dengan kata tersebut,ironisnya lagi setiap tatanan kehidupan manusia dimuka bumi ini seakan-akan enggan untuk menciptakan sebuah Perdamaian, entah apa sebabnya,mungkinkah sudah hilangnya kata tersebut dari hidup ini? Atau mungkin sudah bosannya manusia untuk hidup harmonis selaras dengan alam ini? Atau mungkin manusia sudah tidak mau menyadari akan pentingnya sebuah Perdamaian dalam berjalannya kehidupan ini? Atau kebanyakan manusia memang tidak pernah Mengetahui, Mengerti, Memahami kata Perdamaian tersebut? Yang jelas bahwa kehidupan manusia saat ini sangat membutuhkan point tersebut. Damai adalah sebuah kata benda yang sangat simple praktis namun mengapa tidak mudah manusia untuk mencapainya,apalagi bila kita tambahkan imbuhan menjadi Perdamaian maka akan menjadi tambah sulitlah kita untuk menciptakannya. Banyak faktor mengapa manusia sulit untuk bisa selaras harmonis dalam kehidupan yang hanya sementara bak terminal untuk menuju kehidupan yang lebih abadi dan pasti. Sebenarnya sedikit sudah terjawab mengapa manusia susah untuk menciptakan Perdamaian, dua kata yang ada diatas bisa dijadikan acuan untuk menciptakan kondisi Damai, Selaras dan Harmonis itulah kata yang menjadi acuan bila kita ingin menciptakan situasi dan kondisi yang Damai. Saya yakin kita semua pasti tahu arti atau definisi dari kedua kata tersebut, namun saya akan mentakrifi sedikit kedua kata tersebut. Selaras bisa juga di identikan dengan kata sejalan yang artinya sama berjalan dan jalan bersama, ini adalah merupakan hasil dari kerja sama yang baik dalam pengetahuan maupun terapan kesimpulannya adalah satu kesatuan yang sudah tidak bisa terpisahkan, selaras juga merupakan konsekwensi implementasi dari Harmonisasi. Harmonis sebenarnya adalah jawaban substansial dari selaras tentu tidak bisa kedua kata tersebut kita jauhkan sebab keharrmonisan itu bermainnya dalam diri manusia yang lebih bersifat substansial. Kebanyakan pakar bahasa mengartikan kedua kata tersebut sama, namun bagi saya kedua kata tersebut memiliki perbedaan dan itu pun tinggal tergantung anda untuk membedakan ataupun menyamakannya. Maka dari definisi tersebut kita bisa mendapat pelajaran untuk dijadikan acuan dalam menciptakan Perdamaian. Jawaban simpelnya kalau kita ingin situasi dan kondisi yang damai, maka jadikanlah watak dalam kehidupan kita sehari-hari terlebih dahulu, sebelum segala sesuatunya akan kita jadikan target ataupun tujuan, sebab hanya dengan mengenalnya hingga menjadi watak itu jauh lebih baik dari pada sekedar berbasa-basi dan hanya sebatas seremoni. Hampir tidak ada alasan kita untuk mengatakan sulit menciptakan Perdamaian, itu pun kalau memang benar manusianya sudah menyadari, sebab banyak sekali kendala yang bisa menjadikan segala sesuatunya tidak Damai, saya ambil contoh Pengakuan, dalam arti mau untuk mengakui kelebihan dan kekurangan seseorang yang memang pantas untuk diakui, kita ambil contoh yang paling mendasar. Adam dan Syaitan, kedua nama atau tokoh tersebut sudah sangat di kenal oleh manusia di seluruh alam ini. Saya yakin semua kita tahu yang menjadi pokok persoalan antara Adam dengan Syaitan. Bisa kita lihat di Al Qur’an surat Al A’raaf ayat 11 sampai dengan 13. Persoalannya hanya masalah Pengakuan yang tidak tepat Porsi dan Proporsinya. Allah berkata kepada Malaikat akan menciptakan Adam,namun belum selesai Allah berkata ehh, ada yang bersuara timpang dan sangat mengejutkan Malaikat, Never! alias “tidak akan pernah aku mau sujud, mengakui Adam, sebab aku merasa lebih baik dari padanya”. Wow…jelas kalimat Iblis sangat tidak selaras dan harmonis dengan situasai dan kondisi saat itu. Maaf saya tidak akan memaparkan secara detail, kalau ingin silahkan baca sendiri. Maka penjelasan ayat tersebut bisa membuat kita untuk menyadari/memahami lagi setiap segala sesuatu yang akan kita katakan sebelum kita jadikan sebuah tindakan. Sebenarnya sangat mudah sekali bila saja Egoisme/Egosentris manusia tidak menjadi dominansi dalam dirinya, selagi masih itu ada dalam diri manusia maka sulitlah Perdamaian bisa terwujud.

 

Salam sejahtera dariku Fardhie.

Return to Menu

Fardhie.com © 2008 - 2010