ENGLISH

Kekosongan dan Kehampaan

Dalam kehidupan yang aku lalui, semakin hari semakin mengarah pada kekosongan dan kehampaan. Semua orang pasti melangkah maju, namun aku merasa terhenti oleh kealpaan, oleh kerinduan dan aspirasi yang hamba-Mu rasakan.

Ketika aku bangun dan berjalan setidaknya mereka yang ada disamping abdi-Mu ini terasa ditemani dan merasa ringan untuk melangkah. Namun aku yaa Robb! kembali pada kesendirian dan kekosongan, kesunyian dan sepi dalam kehidupan fana ini telah sampai pada titik akhir kejenuhan dari ke-fatamorganaan duniawiah.

Kerinduan ini semakin membutakanku terhadap kehidupan, Kekosongan yang selalu menemaniku dalam kesendirian. Nyaris aku tak memiliki lagi diri ini, tak berkuasa pada kemauanku sendiri, bahkan seluruh tubuh hamba tak mau berfungsi bila bukan karena-Mu.

Yaa Robbi! lihatlah hamba-Mu, datanglah seperti semula Kau datang. Hadirlah sebagaimana aku pernah merasakan kehadiran-Mu.

Masihkah aku dalam jarak-Mu? Belumkah semua yang kulalui setidaknya menjadi perhatian-Mu?

Dimana Kau wahai Da’i, abdi-Mu tak mampu lagi untuk mengenali dirinya sendiri, abdi-Mu ini tak lagi bisa merasakan seperti dulu.

Datanglah bila aku masih terhenti dikehidupan sementara, jemputlah bila aku telah Kau anggap selesai, atau akhirilah episode  ardhiah yang hamba lalui, namun jangan abaikan abdi-Mui, janganlah tinggalkan qolbu yang dahaga akan damba bertemu, bersua kepada-Mu dan kepada mereka yang telah dahulu melalui pengabdian ini.

Sunyi yaa Robb! hampa terasa, hambar semuanya bila Kau tinggalkan wahai Da’i, wahai Mubdi’, yaa Hayyun, yaa Mummit!.........................

 

Di hulu pernah Kita bertemu, Di rahim pernah aku Kau kirim, Di barzah ruhku Kau asah,

Di langit kalam-Mu Kau rakit,  Di bumi kerjaku mengabdi.  author by Fardhie

2008-2018 Fardhie.com. All rights reserved

Back to Meditasi