English

 

Jihad, adalah kata yang paling sering diperdebatkan, dipersoal dan dijadikan kambing hitam. Jihad, bukan istilah dari budaya manusia, Jihad bukan kata seperti kata-kata disebuah suku atau bangsa, Jihad adalah istilah Al Qur'an dalam litsanan Arabian yang merupakan perkataan dari Allah untuk manusia. Tentu jika Jihad dibicarakan alangkah gegabahnya bila tak mengenal etimologi kata tersebut, sebab kata tersebut bukan bahasa manusia melainkan perkataan Allah yang akan menjadi petunjuk, pembimbing dan pelajaran bagi seluruh manusia. Jihad(جهد) yang artinya menurut kamus bahasa: Berusaha, Berbuat dengan Kesungguhan, Berjuang. Inilah ta'rif arti dari lafadzh Jihad yang selama ini dijadikan alasan untuk melakukan sesuatu. Perlu diingat dan difikirkan" Al Quran turun/nuzul dalam dua sikon atau dua kondisi: Mekkah=Masa sebelum hijrah, sikon jahiliyah dan waktu pembelajaran/penerimaan wahyu dari Jibril. Madinah=Masa setelah hijrah, berdirinya aturan dan hukum, tuntasnya proses pembelajaran dari kondisi jahiliyah ke Islamiyah. Penjelasan ini hanya garis besarnya saja untuk menjelaskan hal turunya atau nuzulnya Al Quran. Yang kedua perlu juga diingat bahwa Al Quran memiliki banyak makna walau satu kata/lafadzh saja, ayat ini disebut Muhkamat-Mutasyabihat(Q.S 3/Ali 'Imran ayat 7) dan Tamsilan(Q.S 30/Ar Ruum ayat 58). Inilah kelebihan dan ketingian Al Quran yang ayat-ayatnya mengandung luas atau banyak makna yang tak bosan-bosan untuk dipelajari, yang tak habis dilanda jaman. Maka perlulah kita untuk lebih mendalami secara bijak sesuai porsi dan proporsi turunya ayat agar tidak salah dalam penerapan dan pemahamannya. Kembali ke pokok bahasan Jihad(جهد) lihat turunya ayat tersebut(sikon atau tergolong kedalam kelompak apa dan bagaimana) step by step turunya lafadzh/kata tersebut sangat penting diketahui. Kita ambil contoh pemakaian lafadzh/kata Jihad(جهد) didalam Al Quran surat 16/An Nahl ayat 38: ...وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ "Mereka bersumpah demi Allah dengan sungguh-sungguh(جَهْدَ)". Adakah arti/makna dari ayat ini bernuansa perang? atau bisakah dinuansakan lain selain bersungguh-sungguh?. Ayat ini turun dalam sikon Mekkah dan bagi saya ayat ini tergolong jenis ayat Muhkam, tidak bisa dicari makna lain atau dibelokan lagi artinya. Contoh lain Q.S An Nahl ayat 110:ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ:Kemudian Tuhanmu sungguh telah...(melindungi/menyelamatkan) mereka yang telah berhijrah setelah adanya fitnah(cobaan), kemudian barulah mereka berjihad dan bersabar, sesungguhnya setelah melewati itu akan datang Ampunan dan Kasih sayang dari Robbmu. Ayat ini bermakna sangat substantive(dalam) namun bukan berarti terlalu luas atau keluasan, bagi sebahagian orang atau ahli tafsir menganggap ayat ini Mutasyabihat, darimana mereka menganggap ayat ini Mutasyabihat? lihat terjemahan yang saya...(melindungi/menyelamatkan) sementara tidak ada satu lafadzh/katapun yang bisa diartikan seperti yang didalam kurungi tersebut, lantas lewat apa mereka bisa mengartikan seperti itu? tantu lewat konteks ayatnya secara keseluruhan hingga membentuk kalimat. Kedua tentu lewat sejarah dan data lain, nah disinilah peranan para ulama Hadits yang Shohih, juga lewat riset para pakar sejarah. Namun ini bukan cara yang segalanya, cara yang paling mudah dan sederhana namun tidak terlalu jauh keluar jalur, tentu harus lewat etimologi bahasa(ilmu nahwu) sebab lebih tepat sesuai porsinya. Lantas dimana Jihad yang bermakna perang? nah luu kena luu bingungkan? Jihad yang berkonotasi perang atau bertempur semuanya berada di sikon Madaniyah, dimana sikon tersebut hanya bisa bila ada step by step nya yang sesuai Sunnah para Rosul. Itupun bukan karena sakit hati, bukan disebabkan ketersinggungan ego pribadi, juga bukan karena hendak merebut hak hidup orang lain, melainkan ada misi dan visi yang jelas,lugas dan benar diatas dasar/landasan Al Quran yang merupakan Kitabullah dan merupakan pedoman para Nabi-Nabi Allah. Lalu kapan dan bagaimana bisa terjadinya Jihad dalam makna perang?. tentu harus sesuai Sunnah Nabi itu sendiri(baca sejarah kapan terjadinya perang) atau lewat perkataan Allah dalam Al Quran lihat surat 2/Al Baqarah ayat 190+193(syaratnya) surat 4/An Nisaa' ayat 76(ketentuan dan syarat) dan masih banyak lagi syarat dan ketentuannya. Syarat dan ketentuan tersebut seperti diatas bukan karena ego kelompok apalagi ego pribadi, melainkan demi tegaknya Hujjah Allah dan Menzhohirkan Islam, dengan cara yang arif, bijaksana atau istilah Quran Adlun dan Qistun, yang kesemua itu tidak terlepas dari diri kita sendiri, lewat apa, dengan cara apa kita belajar dan mendidik diri hingga bisa dikatakan manusiawi yang berkhlak karamah, sesuai dengan tuntunan cara yang Islamiyah, tentu lewat petunjuk dan pedoman dari Sang Maha Aku(إِلَهَ) dari Tuhan yang Satu(أَحَدٌ) bukan dari perkataan orang lain, bukan dari pengakuan kebanyakan orang, bukan penilaian duniawiah, juga bukan pendapat diri kita sendiri, apalagi pendapat orang lain yang tak berdasar/berlandaskan Kitabullah dan Sunnah para Rosul. Jihad(جهد) lafadzh/katanya bisa bermakna zhohir maupun bathin, arena/medan mainnya dua arah "Substansi dan Eksistensi". Jihad ((جهد - يجهد - جهدا) dari 36 Ayat dan 19 Surat di Al Qur’an terdiri dari  9 Ayat Makiyah 27 Ayat Madaniyah selayaknya sudah terfahami dan dimengerti untuk menjadi pedoman maupun petunjuk bagi ummat Islam. Sebab pengertian,tafsiran yang salah akan mengakibatkan kerancuan pada diri kita dan seluruh Ummat di dunia. Kata maupun Lafadz ini kerap kali dijadikan alasan dan sandaran orang-orang yang mengaku ber-Iman kepada Allah. Padahal tidaklah segampang dan semudah pengertian yang selama ini difahami. Al Qur’an merupakan pedoman petunjuk hidup kita di bumi maupun di akhirat nanti. Jihad yang artinya Berjuang, Berusaha, Berbuat dengan kesungguhan tidak pernah terlepas dari kata Hijrah dan Iman. Artinya berHijrah terlebih dahulu baru bisa dikatakan Jihad. Jihad juga punya aturan,tata cara yang Islami bukan dengan cara kita sendiri apalagi hanya kepentingan ego sesaat dan sakit hati. Untuk memagari kita dari kesalah fahaman akan saya berikan contoh ayatnya. Al Qur’an Surat Al Furqaan Ayat 52 di ayar ini dikatakan Allah janganlah kau ikuti cara,aturan orang-orang yang Kafir, dan ber-Jihadlah di jalan Allah dengan pedoman dan petinjuk yang benar (Al Qur’an) itulah Jihadun Akbar. Di Tanzil yang pertama ini saja Allah sudah memagari kita untuk ber-Jihad. Al Qur’anlah yang menjadi pedoman bukan kemarahan manusia. Perlu saya ingatkan lagi periode turunnya Al Qur’an itu berdasarkan dua masa yaitu Makiyah dan Madaniyah. Contoh lain arti dari Jihad bisa kita lihat di Qur’an Surat Faathir ayat 42 yang artinya sekuat-kuatnya, dengan kesungguhan. Ada contoh yang sangat baik untuk dilakukan Qur’an Surat An Nahl Ayat 110 dikatakan Allah Orang-orang yang ber-Jihad tentunya sudah berHijrah setelah mereka teruji dengan (Fitnah  فتنوا) dan bersabarlah. Semua itu dilakukan untuk mencari perhatian Allah Ghoffuru Rahiim. Jadi bukan mencari kekayaan apalagi hanya untuk mencari Kambing Hitam. Masih banyak lagi contoh-contoh tentang Jihad di Al Qur’an kalau saja kita mau memberikan waktu untuk mempelajari lebih jauh sebelum kita berbuat dan bertindak.

 

Computerized by Fardhie

Fardhie Hantary

Back to Menu

 

Fardhie.com © 2008 - 2014