Language English

بـاذنـك يـاأذن ادّعـوٌ رسـلـتـك(Bi idznika yaa Aadzin adda’u Risalatik)

السلام عليكم(Assalamu’alaikum)

 

Salam untuk kita yang masih mengaku makhluk ciptaanNya.

Ahsanul Hadits

 Sejak abad ke 700M sampai dengan saat ini, tepatnya sejak kehadirannya, kembalinya dan berpulangnya sang hataman Nabiyyin (Muhammad s.a.w) penutup para Nabi yang telah menuntaskan, meninggalkan dan mengembalikan ajaran dan ujaran Allah yang pernah ada sebelum beliau di utus mulai dari Nabi Adam a.s hingga kekhususannya (Muhammad s.a.w) diutus sebagai penyempurna ajaran yang telah ada sebelumnya (Musa a.s dengan Tauratnya, Dawud a.s dengan Zaburnya, Isya a.s bersama Injilnya) maka semua itu disatukan dan disempurnakan Allah via Rosullin’ Karim (Jibril) yang paling ditaati di alam para Malaikat (QS 81 : 19-23) dulunya pernah datang kepada Nabi Ibrahim a.s Nabi Musa a.s dan Ibunda Nabi Isya a.s kembali mendatangi sosok seorang anak manusia yang ummiyin yang yatim dan terbuang dikalangan para pembesar kota Mekkah (Abu Lahab, Abu Jahal dan Abu-abu lainya) menentang ajaran yang dibawa Muhammad s.a.w yaitu Al Qur’an, sehingga lengkaplah sudah risallah Allah untuk menerangi, mempedomani dan menjadi landasan manusia seluruhnya tanpa terkecuali, yang dengan misi tersebut maka Nabi Muhammad dianjurkan Allah untuk mengatakan, menyatakan dan mengajarkan bahwa ajaran,budaya,agama Nabi-Nabi yang pernah diutus Allah sebelum Muhammad s.a.w mereka semuanya mengajarkan, membudayakan, dan menjadikan pakaian tagwa mereka adalah satu tidak berbeda, tidak firqah juga tidak mengada-ada yang dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri, melainkan dari Sang Pemilik Hidup yang Ahad, yang As-Salam yang bernama dan bukan nama yang dinama-namakan manusia, yang sebelumnya tidak pernah dikenal diketahui namanya, kecuali disalah artikan dengan sebutan Tuhan, Dewa dan lain sebagainya, semua itu dijelaskan diluruskan dan dikembalikan ke pada yang benar adalah Tuhan yang Ahad, Tuhannya Nabi Ibrahim a.s, Musa a.s, Dawud a.s dan Nabi Isya a.s maka juga Tuhan Nabi Muhammad s.a.w(salawat atas mereka semua) Tuhanya manusia, seluruh makhluk yang ada dilangit dan dibumi memujaNya, hanya mengabdi padaNya dan menyebutkan dengan satu namaNya yang namaNya berawal dan berasal dari Dia yang Dialah Allah berdaulah semua yang ada dilangit dan dibumi dalam genggamanNya, dalam kekuasaanNya yang jika Dia mengingingkan untuk tercipta Dia cukup mengatakan (Kun Faayakun). Ketiga Nabi/Rosul sebelumnya yang membawa Kitabullah telah disalah artikan oleh umatnya saat itu, bahkan diantara Nabi-Nabi tersebut ada yang dijadikan tuhan dengan nama dan sebutan yang dibuat-buat mereka sendiri, dikarenakan ajaran dan risallah yang dibawa para Rosul tersebut sudah terkontaminasi oleh tangan-tangan manusia jahil dan manusia bakhil(QS 16:63-64) oleh sebab itu Tuhan, Sang Pencipta, Rob, Dialah Allah, kembali mengutus aparatnya yang paling karim, paling tinggi dari semua Rosul dialah Jibril untuk turun kebumi membersihkan dan mengajarkan kembali risallah yang sudah terkontaminasi tersebut kepada sosok seorang manusia yang ummiyyin yang yatim yang nama kecilnya adalah Ahmad berasal dari keturunan Nabi Ismail a.s putra Nabi Ibrahim a.s yang nantinya dia akan menjadi penutup para Nabi untuk kembali membersihkan, mempurifikasi ajaran Robnya kembali Fitrah saat risallah/kitab-kitab tersebut dinuzulkan bahkan lebih disempurnakan sesuai untuk kondisi manusia pada saat itu, saat ini dan hingga akhir jaman, karena kerjanya itulah dia akhirnya digelar Muhammad (yang terpuji) sang hataman Nabiyyin yang menuntaskan surat-surat(Risallah: Taurat, Zabur, Injil, Al Qur’an) dari Allah, maka sempurnalah, paripurna sudah pedoman petunjuk hidup dan kehidupan manusia yang lengkap dengan landasannya(Islam) untuk mengaktualkan risallah tersebut kedalam kehidupan sehari-hari hingga sampai kehadapan Illahi(Allah) landasan tersebut sudah tentu juga berasal dariNya dari Allah As-Salam yang landasan(Islam) tersebut diambil dari salah satu ismun/nama atau predikat Allah maka, itulah yang benar dan membenarkan semua ajaran yang pernah salah diartikan oleh manusia dan umat-umat Rosul yang sesat dan tersesat, bahkan mulai dari Nabi Adam a.s turun kebumi bersama istrinya Hawa dan putra-putrinya mereka semua berjalan dalam landasan(Islam) yang sama untuk mengaktualkan risallah dari Tuhannya demi kembali kepada Sang Pemilik Hidup yang telah menghidupkan, memberikan kesempurnaan nikmat untuk semua makhluk hidup dan semesta alam. Sempurnalah sudah Ajaran(Islam QS 3:19) Allah dimuka bumi ini yang lengkap dengan Petunjuk pedoman hidup(QS 5:3 baca diakhir-akhir ayat tersebut). Maka tidak ada alasan lagi bagi kita dan bagi semua manusia untuk mencari-cari Agama lain dan Kitab yang lain selain dari Islam dan Al Qur’an(QS 3:85+QS 5:48) oleh sebab itu tak ada lagi perkataan paling baik dan petunjuk yang baik bahkan hadits terbaik yang pernah ada yang diturunkan langsung dari Allah pada manusia yaitu Al Qur’an(QS 39:23)

 

Computerizeb by Fardhie Hantary

 Back to Menu

Fardhie.com © 2008 - 2010