ا لـمـنـذ ر

Al Mundzir

Sang Pemberi Pelajaran, Pengajaran dan Peringatan.

 

English

Tidak lupa aku nadakan sekotah puja dan puji kepada-Nya, sebab karena-Nyalah semua makhluk hidup bisa hadir kedunia ini. Selawat dan salamku untuk mereka-mereka utusan Allah yang telah menata tuntaskan ajaran-Nya, ujaran-Nya hingga menjadi pedoman petunjuk kehidupan manusia, dan menjadi landasan untuk mencapai hidup yang abadi (Ukhrowiah) Tak layak rasanya bila kita tak menyapa dengan sapaan penuh ke akraban kepada Alam ini, sebab sampai saat ini alam masih siap sedia menampung manusia yang belum tentu sesuai keinginannya dan senantiasa menjalankan amanah yang di embankan padanya.

Alam", andaikan mereka meronta dan senantiasa menolak terhadap hadirnya manusia-manusia di bumi ini yang kehadirannya entah karena apa, untuk siapa, nyaris tak memiliki niat serta motivasi hidup. Kalau saja manusia mau menyadari betapa pentingnya niat dan motivasi di dalam berjalannya kehidupan ini, sebab niat tersebut merupakan modal dasar untuk bisa menentukan arah langkah hidup kita, mau kemana akan dibawa, menuju pada apa dan siapa, tak memiliki rasa rindu untuk kembali pada Al Hayyun Sang Pemilik hidup dan yang Maha hidup dari segala yang hidup. Banyak akhir-akhir ini kita lihat manusia depresi disebabkan hanya persoalan kecil, dan begitu gampangnya mereka mengakhiri hidupnya disebabkan persoalan tersebut. Kalaulah memang manusia memiliki niat dan motivasi hidup pasti tak akan semudah itu untuk mengakhiri hidupnya. "Tak banyak manusia menyadari akan hal tersebut sebab keasyikan dan terlalu lama bermain pada sesuatu yang sementara atau sebentar saja!. Anehnya lagi pada sesuatu yang sebenarnya lama dan abadi mengapa hanya sebentar saja disadari dan digeluti" Kalaulah hidup di bumi ini bisa abadi dan takkan pernah mati mungkin bisa kita jadikan tujuan, bahkan tidak perlu kita menyadari akan adanya alam baqo dan tak perlu memikirkan,menyadari hal lain sebab tidak ada lagi tandingannya bumi ini. Namun sayangnya bumilah yang merupakan persinggahan sementara layaknya sebuah terminal bus, itupun tak berguna bagi mereka yang memang hidupnya tidak punya tujuan lain melainkan hanya bermain-main pada satu terminal saja. Entah karena apa manusia terlalu betah pada permainan yang sifatnya sementara tersebut. Mudah-mudahan saja mereka-mereka yang masih asyik terhadap permainan dunia ini bisa lebih segera menyadarinya dan mengambil langkah serta sikap untuk menentukan jawaban dan kesimpulan dari permainan yang telah dibuatnya.

 

Back to Menu

Fardhie.com © 2011. All rights reserved